Pertarungan Antara Sukhairi-Atika, Sofwat-Beir, dan Dahlan-Aswin

Pertarungan Antara Sukhairi-Atika, Sofwat-Beir, dan Dahlan-Aswin




Bicara politik di Mandailing Natal mempunyai beberapa komentar baik negatif maupun positif. Terutama dari mereka yang mengamati jalannya politik ini atau juga tim sukses yang konsisten mengangkat nama Paslon nya. Semua dinamika itu tidak lain hanyalah permainan politik belaka yang ujungnya akan reda dan diam pada waktunya.


Namun pada dunia politik hal yang paling haram adalah menjadi apatis. Tidak tertarik pada politik boleh saja, tapi ketidak tertatikan ini jangan menjadikan kita menjadi Tidak Peduli pada politik. Meski kita tahu akhir dari dorama politik ini adalah kenyangnya para timses di akhir pertarungan para jagoan. Meski tidak tertarik tapi kita harus juga tahu perjalanan politik untuk memberikan kita pengetahuan dan tidak gampang digiring oleh opini orang-orang yang punya kepentingan.

Saat ini Mandailing Natal sedang menuju pesta rakyat yang diselenggarakan 5 tahun sekali. Paslon-paslon bermunculan dan mendapat dukungan dari Parpol-parpol kedannya masing-masing. Kenapa saya bilang kedan ? karena tidak mungkin seorang yang tidak mengenalmu bisa kamu tarik menjadi pendukung kalau tidak dikedani dulu. Namanya juga politik, banyak relasi banyak peluang. 


1. Sukhairi-Atika

Strategi setiap paslon menarik untuk diketahui. Seperti misalnya Sukhairi-Atika yang target terbesarnya adalah kaum milenial, petani dan para pelaku UMKM, disetiap kampanye online (facebook, dll) selalu membawa topik milenial yang mungkin berpotensi untuk menaikkan nama karena trend media sosial ini yang penggunanya 80% adalah milenial, petani yang dihadang diberikan harapan akan berkembangnya pasar mereka dan semakin baik untuk melakukan penjualan hasil taninya. UMKM salah satu paslon yang fokusnya adalah UMKM bukan pasar tradisional, ini merupakan salah satu langkah berani, karena pelaku UMKM masih sedikit persentasenya di Mandailing Natal yang sebaliknya pedagang yang dipasar memiliki potensi besar. 

2. Sofwat-Beir


Berbeda dengan Sofwat-Beir yang target politiknya adalah masyarakat-masyarakat menengah kebawah serta membawa mimpi Madina lebih baik di tangan mereka. Salah satu target terbesar mereka adalah masyarakat dengan ekonomi menengah kebawah terlihat dari safari politiknya yang kesana kemari bergaul dan bergabung dengan masyarakat-masyarakat desa. Pasar-pasar di Mandailing Natal mungkin menjadi tempat Favorit mereka dalam menjalankan safari politiknya. Banyak tokoh-tokoh masyarakat yang berusaha mereka luluhkan hatinya salah satunya adalah pengurus sekaligus pemilik Pesantren Musthafawiyah Purba Baru. 


3. Dahlan-Aswin


Terakhir pasangan petahana Dahlan-Aswin, seperti kita ketahui petahana sudah hampir 9 tahun bertengger di kursi paling empuk di Mandailing Natal ini setelah kasus Korupsi Bupati sebelumnya Hidayat Batubara. Dahlan-Aswin memiliki sedikit nilai lebih dari kedua paslon yaitu Memiliki Pengalaman, ya meski kita tahu yang berpengalaman belum tentu yang terbaik. Dahlan adalah bupati yang juga menggilai tempat rekreasi, pertama yang dibangun (yang saya tahu, kalau ada yang lain silahkan komentar) adalah Tapian Siri-Siri Syariah, meski akhirnya hanyut karena sungai batang gadis yang meluap, kedua adalah Taman Raja Batu yang ikonik dengan Batu yang ditata rapi dan Beranda Madinanya, Pantai Natal yang setelah beberapa tahun tidak terjamah, Sampuraga yang saat ini sedang heboh-hebohnya setelah sekian tahun terlupakan. Dan pembangunan objek-objek vital lainnya seperti lanjutan pembangunan Bandara Udara Insya Allah :D, dan perbaikan beberapa jalan lintas lainnya.


Politik tahun ini mungkin untuk saya sedikit berbeda karena sedikit banyaknya sudah bisa memahami jalannya politik. Terlihat juga para milenial di Mandailing Natal banyak yang tertarik pada pertarungan kali ini. Dari sosial media saya pribadi juga banyak berseliweran para milenial yang menjagokan paslonnya masing-masing dan yang parah adalah yang membuat komentar negatif pada paslon lain.


Seperti sudah saya bahas sebelumnya Berpolitiklah Secara Sehat karena politik ini adalah sesuatu yang dinamis, hari ini mereka saling sikut karena beda pandangan politik. Eh besoknya gandengan jalan sama-sama menuju kantor junjungan.

Mohon maaf jika ada terjadi salah dalam berpendapat. Silahkan berkomentar jika pembaca merasa ada kekeliuran didalamnya.

Jadilah salah satu indikator keberhasilan politik di Mandailing Natal dan hasilkan hal yang bermanfaat bagi diri kita, lingkungan dan masyarakat. Jangan hanya numpang eksis diantara ramainya panggung politik ini.

Salam

foto dari berbagai sumber

Ceklis Notify Me agar nanti ada laporan balasan dari komentar sobat