Berpolitik Yang Sehat

Berpolitik Yang Sehat




Tahun ini hingga tahun depan adalah puncaknya pesta rakyat di Indonesia. Ya, kita semua tahu bahwa tahun ini akan dilaksanakan Pemilu.Tapi perlu diingat saya tidak akan membahas individu ataupun kelompok lainnya. Saya hanya membahas efek dari Pemilu ini.

Sekarang jaman sudah modern dan orang biasa mengatakan dengan milenial. Dimana dunia digital sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat dunia terlebih di Indonesia. Segala informasi dan berita bisa dengan mudah hanya dalam genggaman. Seperti dosen saya bilang bahwa dunia ini hanya sebesar 5,2 inch. Percaya ? Ukur saja layar SmartPhone anda.

Kita lanjut ke pembahasan utama. Tahun depan tepatnya pada April 2019 akan dilaksanakan Pemilu yang dimana salah satunya adalah Pemilihan Presiden. Di Indonesia sendiri pucuk pimpinan berada di tangan presiden meskipun pemerintahan tertinggi berada di tangan rakyat dengan diwakilkan kepada MPR dan DPR. 

Dengan era digital seperti saat ini. Semua informasi mudah didapatkan serta mudah diciptakan. Ya, Silahkan saja update berita Hoax. Jika berita itu vital dan bisa menghancurkan pamor salah satu paslon itu akan cepat viral. Anda yakin semua berita yang anda konsumsi fakta ?

Sering saya lihat, pendukung A menyebarkan berita X dan pendukung B menyebarkan berita Y. Dimana kedua berita ini didapat dari forum diskusi pendukung masing-masing Paslon. Jika kelompok si A menebar berita baik si B ikut-ikutan, yang ini saya setuju. Mirisnya si A mengirim berita yang menjelek-jelekkan si B, si B malah ikut-ikutan. Begitu juga sebaliknya. 

Dan akhirnya yang terjadi apa ? pendukungnya sama-sama menjelekkan satu sama lain. Selanjutnya terpecah menjadi dua kubu dimana setiap kubu mempunyai amunisi untuk menyerang lawan. Sayangnya yang ia serang saudaranya sendiri, yang bahasanya sama dengan dia, yang bangsa sama dengan dia, yang lahirnya di tanah yang sama dengan dia. Tapi dia tidak sadar telah dipermainkan politik. Dia hanya beralasan ini untuk kebaikan Negeriku. Woi ! Anda telah menjelek-jelekkan saudara anda sendiri dan berdalih dengan kebaikan Negeri ?. Anda sendiri belum bisa berkelakuan sebagaimana manusia mestinya.

Banyak orang bilang jangan Buta Politik. Saya pribadi tidak buta politik. Hanya saja malas berurusan dengan sebagian manusia yang sangat fanatik dengan politik. Setiap berita politik semua saya ikuti, setidaknya setelah saya paham sedikit tentang politik. Memang tidak ada politik yang sehat. Setiap perbedaan pendapat pasti ada musuhnya. Tapi setidaknya kita sebagai bangsa Indonesia, bangsa dari timur yang sangat terkenal dengan ramah tamah dan sopan santunnya. Haruskah bermusuhan hanya karena beda pandangan politik ?

Lalu dengan tidak menyebarkan berita tentang Paslon yang kita dukung. Bagaimana cara kita mengenalkan dia kepada masyarakat ?. Ya jalan satu-satunya adalah menyebarkan berita tentang Paslon kita, tidak ada yang lain. Tapi ingat, jangan buta. Kita hanya mengakui kebaikan dia saja. Sedangkan keburukannya kita diam. Bahkan ada segelintir orang dimana keburukan yang ia dukung, malah mencari celah yang sempit untuk mengangkat itu menjadi kebaikan. Keburukan tetaplah Keburukan tidak akan bisa berubah jadi Kebaikan

Biarlah kita menjadi pendukung sejati. Dukung dia karena anda merasa cocok dengan Paslon yang anda dukung. Bukan karena termakan berita yang sebagian media memperbaik atau memperburuk Paslon yang anda dukung. Bukan juga mendukung karena saudara atau sahabat atau siapapun itu. Dukunglah murni dengan hati nurani. Niscaya setiap yang kita ucapkan adalah yang baik-baik. Tidak akan ada memperburuk rival politik kita. Karena Manusia yang waras adalah mereka yang tahu cara berkampanye dengan baik. Tanpa harus ada menjelekkan nama suatu kubu.

Lalu saya mendukung siapa ? No body care. Saya dukung apa yang sesuai dengan Hati Nurani saya dan itu Rahasia.
Untuk sebagian saudara-saudara setanah air yang termakan politik, jangan katakan tidak, karena itu faktanya. Ubahlah pola pikir. Banyaklah membaca. serap berita yang baik sebaik-baiknya. Telaah berita buruk untuk dikaji, bukan malah di share tanpa tau berita itu pasti.

Ceklis Notify Me agar nanti ada laporan balasan dari komentar sobat